2 Strategi Supply and demand saat Trading Forex - TIPS TRADING
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

2 Strategi Supply and demand saat Trading Forex

Strategi Supply and demand saat Trading Forex

Strategi Supply and demand saat Trading Forex

Supply demand merupakan sebuah hukum dasar yang menggerakkan pasar. Bagaimana kira-kira cara trading pemula menggunakan aturan ini?

Bagi yang telah lama terjun di bidang dunia forex tentu aja pasti pernah dengar dengan konsep supply and demand; pada bahasa Indonesia dikenal menggunakan nama penawaran dan permintaan. Sejatinya, pasar tidak akan terdapat jika nir ada barang yang dijual juga dibeli. di Pasar forex juga begitu, karena eh karena pasar forex juga merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli valas. Lalu gimana cara trading menggunakan supply and demand di pasar forex, khususnya untuk pemula?

Konsep Dasar Supply And Demand Untuk Pemula

Sebelum lanjut ke bagaimana cara trading forex untuk pemula dengan supply and demand, yuk kita pelajari lebih dulu mengenai konsep dasar supply and demand. dasarnya sih gini, supply ialah jumlah barang yang tersedia dalam satu waktu pada pasar, sedangkan demand adalah jumlah barang yang diinginkan pada waktu itu.

Sudah mulai mengerti hubungannya? Mari kita masuk model kasus. apabila suatu barang mengalami peningkatan pada supply-nya, sedangkan jumlah permintaannya permanen stabil, apa yang dari Anda akan terjadi? Dari sisi pedagang, nir akan terjadi siklus pertukaran uang & pembaharuan barang, atau menggunakan kata lain, dia merugi karena barangnya nir laris. Agar tidak mengalami kerugian membengkak, pedagang akan menurunkan harga agar minat pembeli bisa balik naik. 

Sebaliknya, jika kurangnya ketersediaan barang dan tingginya permintaan maka akan menaikkan nilai barang tersebut.

singkatnya kami rangkumkan deh konsep dasar supply demand ini buat pemula.

Harga di pasar berkecimpung mengikuti prinsip dasar ini. Dalam trading forex pun begitu. Pada pasangan mata uang EUR/USD dilambangkan harga Euro terhadap Dolar Alaihi Salam. apabila EUR/USD sedang turun saat ini, maka kebanyakan orang akan beranggapan bahwa USD sedang menguat. pada kenyataannya, harga bisa saja turun karena memang ketersediaan (supply) Euro sedang menumpuk, sedangkan permintaan (demand) buat Euro menurun. Dala forex mungkin bisa dikatakan, trader pembeli Euro berkurang dan trader pembeli Dolar meningkat.

Konsep dasar supply and demand buat pemula ini krusial dipahami. Dengan paham konsep ini dan beberapa konsep lain nantinya, bukan tidak mungkin smart people bisa membaca pergerakan pasar hingga ke akarnya. Selanjutnya,yuk kita akan berlanjut ke dasar-dasar pada cara tradingnya.

Jenis Entry Trading Supply And Demand

Masih ada dua hal yang akan meletakkan dasar untuk masuk ke metode trading pemula menggunakan supply dan demand. Kedua jenis barang ini masing-masing menawarkan kelebihan dan kekurangan.

1. Entry Breakout

Pada tipe entri breakout, order hanya dikenakan penalti jika harga melewati level resistance atau support. Jenis item ini sering digunakan dalam sistem trading yang menggunakan channel seperti Bollinger Bands, Donchian Channels, dan Chart Patterns. Keuntungan dari jenis entri breakout ini adalah, sebagai trader, Anda tidak pernah ketinggalan saat harga sedang tren satu arah. Breakout ini sebenarnya bagus untuk mendeteksi pergerakan awal di pasar yang sedang tren.

Kelemahan dari entry break tersebut adalah false break, suatu peristiwa yang awalnya mencerminkan penembusan harga berdasarkan support atau resistance, namun gagal karena harga gagal mempertahankan keberadaannya di atas support atau resistance. Setelah menembus level ini, harga malah kembali ke area sebelumnya. Pelarian yang salah ini seringkali dapat menipu dan menguras dana seorang trader, terutama yang tidak memiliki perhitungan pengelolaan uang yang baik.

2. Entry Pullback

Fullback adalah tipe entri breakout. Pada tipe entry ini, trader harus menunggu terlebih dahulu sebelum memasuki suatu posisi. Tidak yakin apakah breakout itu valid atau tidak, tetapi menunggu harga turun akan memberi Anda harga yang lebih baik, risiko yang lebih rendah, dan imbalan yang lebih tinggi. Intinya, tingkat keberhasilan mengikuti item penarikan mungkin lebih baik daripada item pelarian.

Jadi, apa kelemahan dari tipe entri pullback ini? Sebagai trader, kita tidak bisa memprediksi kapan atau berapa harga akan turun. Seringkali harga akan terus berlanjut bahkan setelah breakout dan bahkan fullback trader tidak akan mendapatkan bagiannya.

Yang mana yang bagus? Hal terbaik yang harus dilakukan adalah memilih satu jenis barang dan melatihnya untuk menggunakannya tanpa memindahkannya. Kebanyakan trader pemula tidak dapat mempertahankan prinsip ini. Misalnya, jika Anda memilih untuk mundur, Anda harus tetap apung jika Anda gagal memasuki harga yang terus berakselerasi setelah breakout. Anda tidak boleh memasuki pasar secara sembrono hanya karena Anda meninggalkan harga terdepan. Begitu juga jika Anda memutuskan untuk menerobos, Anda perlu bersabar jika Stop Loss terjadi sebelum harga bergerak seperti yang diharapkan.

Sebelum melanjutkan membaca artikel ini, harap pahami dulu konsep ini. Jika sudah paham dan paham, mari kita lanjut ke cara trading supply dan demand untuk pemula.

Entri yang aman jika pasokan dan permintaan berhenti

Sebelum masuk lebih dalam, tentunya kita semua tahu bahwa ada 3 kondisi trend di pasar. Kondisi tersebut adalah uptrend, downtrend, dan konsolidasi. Banyak trader merasa kondisi konsolidasi atau konsolidasi sangat membosankan. Mungkin karena harga bergerak dari satu titik ke titik lainnya. Ada sedikit potensi keuntungan untuk bergerak di sepanjang pasar sideways. Kondisi yang dianggap membosankan sebenarnya sangat penting untuk cara trading supply dan demand bagi pemula. mengapa? Izinkan saya mengutip salah satu panutan saya. Salah satu karyanya adalah BBMA Kilo Gram. Inilah yang dia katakan:

Keadaan samping ini, misalnya, terminal atau halte bus. Untuk amannya tentunya harus naik di terminal atau halte yang sudah disediakan bukan? Jangan naik bus saat melaju kencang!

Ya, konsolidasi dalam supply and demand trading adalah salah satu syarat yang harus Anda tunggu. Sideways adalah keadaan di mana tidak ada kontrol berdasarkan pembeli atau penjual. Jika Anda melihat grafik di atas, di mana saya menyebutkan konsep dasar bagaimana memperdagangkan penawaran dan permintaan, masih ada titik yang disebut ekuilibrium. Zona ekuilibrium, atau zona ekuilibrium, adalah lokasi di mana jumlah dan permintaan barang yang tersedia tidak berubah. Keadaan lateral ini adalah daerah keseimbangan kita.

Dalam situasi sideways, ada baiknya untuk memilih kemana harga akan bergerak selanjutnya. Lihat gambar di bawah ini. Juga, amati bagaimana harga bergerak dengan setiap pemberhentian.

Dengan diskusi ini, saya pikir kebanyakan orang akan mulai menganggukkan kepala seolah-olah mereka mulai mengerti. Mungkin banyak dari Anda yang berpikir bahwa ini mirip dengan support dan resistance. Amati dan lihat harga akan bergerak secara periodik dari satu area ekuilibrium ke yang lain. Harga juga sedang istirahat di pemberhentian sebelumnya setelah perjalanan panjang.

Keterampilan ini membutuhkan tingkat kesabaran dan disiplin yang tinggi tergantung pada pedagang. Dibutuhkan kesabaran dari menunggu dengan sabar harga untuk menciptakan zona ekuilibrium hingga menunggu konfirmasi...

Post a Comment for "2 Strategi Supply and demand saat Trading Forex"